Rabu, 03 Juli 2019

KONTRIBUSI YANG AKAN DI LAKUKAN DI DAERAH PERBATASAN DAN 3T


KONTRIBUSI YANG AKAN DI LAKUKAN DI DAERAH 

BINA KAWASAN


 kontribusi pendidikan

Kontribusi adalah sumbangan dan bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Sedangkan Guru Pendidikan Agama Islam adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam mengembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah, khalifah di bumi, dan sebagai makhluk sosial. Sedangkan pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.
Guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi yang penting dalam meningkatkan pendidikan Agama Islam. Di dalam teori kontribusi khususnya yang membahas konsep dasar guru sudah dijelaskan bahwa kontribusi guru yaitu tugas utama dalam membimbing untuk mencapai kedewasaan untuk melakukan kegiatan atau rutinitas dalam sehari-hari sesuai dengan tuntunan ajaran agama islam. Sementara pada data ditemukan kontribusi guru Pendidikan Agama Islam adalah mengajar, mendidik, melatih dan memberikan contoh. Kontribusi tersebut sesuai dengan fungsi guru secara umum  dan dengan kompetensi kepribadian yang dimilikinya maka guru bukan saja sebagai pendidik dan pengajar tapi juga sebagai tempat siswa dan masyarakat bercermin.
Insyaalah seandainya saya terpilih menjadi guru di sekolah dan pendamping masyarakat  di daerah Program Bina Kawasan maka saya akan melakukan berbagai macam kegiatan di antaranya sebagai berikut :
1.      Mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan dalam melakukan ta’lim, tarbiyah, tadris, ta’dib, tazkiyah dan tilawah;
2.      Kegiatan pembelajaran di kelas;
Kegiatan ini terdiri dari mata pelajaran pendidikan akhlak, aqidah, ibadah, Al-Qur’an hadits dan bahasa arab.
3.      Kegiatan keagamaan;
Kegiatan ini terdiri dari shalat dhuha, shalat berjama’ah, kultum, Intensif Membaca dan Menulis Al-Qur’an, dan shalat Jum’at
4.      Kegiatan ekstrakurikuler;
Kegiatan ini adalah seni bela diri seperti pencak silat, drama, kaligrafi, pramuka, Polisi Keamanan Sekolah (PKS), PBB, dan lain sebagainya.
5.      Mengembangkan pengetahuan teoritis, praktis dan fungsional bagi peserta didik dan masyarakat sekitar;
6.      Menumbuh kembangkan kreativitas, potensi-potensi dan fitrah peserta didik dan masyarakat;
7.      Meningkatkan kualitas akhlak dan kepribadian, dan menumbuh kembangkan nilai-nilai insani dan nilai Ilahi; 
8.      Mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan agama islam;
9.      Menyiapkan tenaga kerja yang produktif;
10.  Membangun peradaban yang berkualitas (sesuai dengan nilai-nilai islam) di masa depan;
11.  Membantu peserta didik dan masyarakat dalam memahami dan mengembangkan pendidikan Islam dalam fungsi psikologis (kejiwaan dan kesehatan);
Dalam hai ini dapat memberikan kesadaran akan makna hidup, memberikan rasa tenang dan memberikan dukungan psikologis bagi pemeluknya, terlebih bagi mereka yang sedang mendapati dirinya dalam menghadapi kegoncangan kejiwaan, dalam hal ini pesan agama menumbuhkan kesadaran akan makna hidup dengan nilai ibadah, pengabdian kepada Tuhan baik secara personal maupun sosial kemasyarakatan. Kemudian pendidikan Islam dalam fungsi sosialnya, memacu adanya perubahan sosial kearah yang lebih baik, memberikan kontrol sosial terhadap gejala sosial yang destruktif serta perekat sosial tanpa melihat berbagai latar belakang yang berbeda.
12.  Kontribusi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kepribadian murid dan masyarakat;
Sesuai dengan pendapat para ahli saya sangat setuju bahwa teori dan amalan pendidikan sangat dipengaruhi oleh cara orang memandang kepada sifat-sifat asal manusia yang terlihat dari kepribadiannya dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Jika manusia dipandang memiliki sifat-sifat asal yang jahat, maka tujuan pendidikan adalah menahan unsur-unsur jahat ini, begitu pula dengan sebaliknya bila sifat asalnya baik maka tujuan pendidikan adalah mengembangkannya menjadi lebih baik.
13.  Mengajarkan program-program pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitarnya;
Kompetensi sosial guru tidak bisa dipahami secara general, tapi lebih spesifik dan tergantung kelompok sosial yang ada di masyarakat. Kompetensi sosial terintegrasi dalam profesi guru. Guru profesional secara otomatis akan mampu mengembangkan kompetensi sosialnya. Salah satu indikator kompetensi sosial guru adalah kemampuan guru dalam menunjukkan kedudukan dan perannya dimasyarakat, baik dengan ketokohannya, hubungannya dengan setiap level strata sosial yang ada di masyarakat serta produktivitasnya sebagai masyarakat intelektual.
14.  Kegiatan majelis taklim;
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Allah SWT dan menanamkan jiwa keagaaman didalam masyarakat sehingga masyarakat berbuat dan beramal sesuai dengan ajaran agama islam.
15.  Membuat program rumah tahfidz dan halaqah;
Rumah Qur’an atau yang disebut dengan rumah tahfidz adalah tempat belajar menghafal dan mentadaburi Al-Qur’an sehingga anak-anak dan masyarakat bisa belajar dan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
16.  Membina potensi budaya yang merupakan elemen penting dalam pengembangan perbatasan dalam kerangka positif yang menguntungkan kedua pihak. 
17.  Pemahaman dalam konteks dan peranan kawasan perbatasan sebagai identitas, keamanan, dan kesejahteraan. Sehingga peluang pengembangan perbatasan yang dibatasi oleh aturan/regulasi dapat dimanfaatkan secara optimal.


.Bersambung